Berita

HASIL RAPID TEST COVID-19, BUPATI PANGANDARAN NEGATIF

Posted By Operator Pemkab | 28-03-2020 02:37:07 | 98 Kali dibaca

HUMAS - Setelah melalui pemeriksaan rapid test virus corona (covid-19), Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata dinyatakan negatif. Hal itu disampaikan Bupati Pangandaran didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran drg. Yani Achmad Marzuki M.Kes, setelah beliau menjalani pemeriksaan oleh Tim Kesehatan di kediamannya, Jumat, 27/3/2020. 

"Saya sebagai Bupati tentu menjadi titik central, seperti apa Bupatinya, seperti apa pemimpinnya, maka saya sampaikan. Saya tadi di tes bersama keluarga, saya, istri dan anak, saya dites dan hasilnya negatif“, ungkapnya.

Kabar gembira Iainnya datang dari Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Pangandaran yang dinyatakan negatif virus corona (covid-19) setelah menjalani pemeriksaan. 

"Anggota HIPMI yang pergi ke Karawang total ada 9 orang dan tadi jam 08.00 WIB sudah di tes dan hasilnya negatif, tentu kawan-kawan dinyatakan sehat", kata Bupati.

Pada kesempatan ini beliau mengatakan orang yang termasuk dalam ODP akan di tes guna mencari tahu sehingga pemerintah dapat mengambil pertimbangan kedepannya. 

"Seluruh Orang Dalam Pemantauan (ODP) kita akan ikutkan dalam rapid test, hasilnya nanti akan kita sampaikan kepada publik, dan tentu hasillnya akan menjadi bahan pertimbangan kita terhadap cara penanganan virus corona (covid-19) oleh Pemerintah Daerah terhadap kondisi sekarang ini", katanya.

Peningkatan ODP di Pangandaran tak luput dari meningkatnya orang dari daerah zona merah yang pulang kampung. 

"Sekarang yang terjadi adalah orang-orang bekerja di luar Pangandaran di daerah zona merah seperti Jakarta, Bekasi, Depok dan sekitarnya banyak yang pulang, oleh karena itu saya membuat kebijakan yaitu Danramil, Babinsa mengawasi mereka", katanya.

Langkah selanjutnya menurut Bupati adalah langkah pencegahan, Ia pun menegaskan untuk memutuskan keadan di Kabupaten Pangandaran harus merujuk pada keadaan Nasional dan Jawa Barat. 

"Penutupan tempat wisata, Iibur sekolah yang dirumahkan itu akan habis tanggal 30 maret, untuk selanjutnya akan kita putuskan besok hari. Kalau di perpanjang seperti apa, tentu pertimbangannya bukan hanya Pangandaran, pertimbangannya tentu Nasional, pertimbangan rujukan kondisi Nasional, pertimbangan juga kondisi Jawa Barat, rujukan Jawa Barat dan juga kondisi kita", ungkapnya.

Keputusan itu harus merupakan satu kesatuan guna penanganan dan pencegahan menyebaran virus corona (covid-19). 
"Jadi dalam menentukan keputusan kita tidak bisa sendiri, ini merupakan satu kesatuan dalam rangka pencegahan", tegasnya.


Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

 

AGUS SUPRIATNA. SH

Share